Modus penipuan dan pemerasan kini bertransformasi kian mengejutkan masyarakat. Hanya dengan webcam dan media sosial, pemerasan bisa dilakukan kapan saja dan pada siapa saja.
Tidak terkecuali pada pria ini, seorang pria asal kota Ipoh, Perak, Malaysia mengaku trauma usai video bugilnya disebarkan ke Facebook dan Youtube.
Ini dilakukan si pemeras akibat tak mampu memenuhi permintaan wanita yang merekam videonya supaya menyerahkan uang sebesar 4000 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp. 12,4 juta.
Dilansir Siakapkeli, Kamis (12/11/2015), korban yang diketahui bernama Ng (28) menuturkan kalau dirinya berkenalan dengan seorang wanita (25) di Facebook kemudian bertatatap muka lewat video call sekitar pukul 21.30 pada 9 Nov 2015.

Menurut Ng, wanita itu berasal dari Eropa dan menyebut dirinya sebagai 'Mayumi'. Selama selama 40 menit berbincang di Facebook. Mayumi meminta ID Skype milik Ng sehingga mereka dapat chatting menggunakan video.
Setelah 20 detik video chat itu dimulai, Mayumi mulai menanggalkan pakaian dan bermain dengan dirinya sendiri.
"Setelah kami melihat wajah masing-masing, wanita bernama Mayumi itu membuka pakaiannya, sebagai pria normal, saya pun tak bisa menahan godaan dan ikut melepas pakaian dan berfantasi sambil melihat dirinya yang sudah bugil,"katanya mengutip laporan The Star Online.
Lebih lanjut, Ng mengatakan, saking terbawa suasana dirinya tak tahu apa yang tengah terjadi dan akhirnya wanita itu langsung menunjukkan rekaman videonya yang dalam keadaan tak berbusana.
"Saya tidak menyadari apa yang terjadi setelah itu dan hanya sadar pada hari berikutnya dengan menemukan dia mengirim satu video saya dalam keadaan telanjang sambil melakukan aksi-aksi pornografi yang saya langsung tak ingat,"
Setelah itu, Ng menerima ancaman dari wanita itu berupa ancaman akan menyebarkan video dirinya ke dunia maya jika tak memberikan uang tebusan seperti yang disebutkan di atas.
"Dia menginginkan RM4,000 dari saya dan memberi saya waktu 30 menit untuk membuat transaksi tapi saya tak ada sejumlah uang itu", tambahnya.
Akibat tak mampu memenuhi keinginan wanita itu, Ng terkejut saat mendapati video dirinya itu diunggah di facebooknya pada sore itu.
"Dia mengunggah empat klip video dan turut berbagi video-video itu di facebook teman saya", kata Ng.
"Jujurnya, saya tak yakin apakah wanita di dalam foto adalah wanita yang sama saya lihat di dalam video chat. Mukanya di kaburkan dan dia hanya menunjukkan badannya"
"Saya jarang membaca berita tapi saya pernah dengar tentang insiden seperti ini", jelas Ng yang turut menyatakan pacar dan keluarganya sudah mengetahui tentang hal tersebut.
Ng berkata dia telah membuat laporan kepada polis dan juga SKMM berkaitan insiden itu.
sumber : http://medan.tribunnews.com/2015/11/13/mengerikan-modus-pemerasan-sekarang-pakai-ancam-disebari-di-facebook
Tidak terkecuali pada pria ini, seorang pria asal kota Ipoh, Perak, Malaysia mengaku trauma usai video bugilnya disebarkan ke Facebook dan Youtube.
Ini dilakukan si pemeras akibat tak mampu memenuhi permintaan wanita yang merekam videonya supaya menyerahkan uang sebesar 4000 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp. 12,4 juta.
Dilansir Siakapkeli, Kamis (12/11/2015), korban yang diketahui bernama Ng (28) menuturkan kalau dirinya berkenalan dengan seorang wanita (25) di Facebook kemudian bertatatap muka lewat video call sekitar pukul 21.30 pada 9 Nov 2015.

Menurut Ng, wanita itu berasal dari Eropa dan menyebut dirinya sebagai 'Mayumi'. Selama selama 40 menit berbincang di Facebook. Mayumi meminta ID Skype milik Ng sehingga mereka dapat chatting menggunakan video.
Setelah 20 detik video chat itu dimulai, Mayumi mulai menanggalkan pakaian dan bermain dengan dirinya sendiri.
"Setelah kami melihat wajah masing-masing, wanita bernama Mayumi itu membuka pakaiannya, sebagai pria normal, saya pun tak bisa menahan godaan dan ikut melepas pakaian dan berfantasi sambil melihat dirinya yang sudah bugil,"katanya mengutip laporan The Star Online.
Lebih lanjut, Ng mengatakan, saking terbawa suasana dirinya tak tahu apa yang tengah terjadi dan akhirnya wanita itu langsung menunjukkan rekaman videonya yang dalam keadaan tak berbusana.
"Saya tidak menyadari apa yang terjadi setelah itu dan hanya sadar pada hari berikutnya dengan menemukan dia mengirim satu video saya dalam keadaan telanjang sambil melakukan aksi-aksi pornografi yang saya langsung tak ingat,"
Setelah itu, Ng menerima ancaman dari wanita itu berupa ancaman akan menyebarkan video dirinya ke dunia maya jika tak memberikan uang tebusan seperti yang disebutkan di atas.
"Dia menginginkan RM4,000 dari saya dan memberi saya waktu 30 menit untuk membuat transaksi tapi saya tak ada sejumlah uang itu", tambahnya.
Akibat tak mampu memenuhi keinginan wanita itu, Ng terkejut saat mendapati video dirinya itu diunggah di facebooknya pada sore itu.
"Dia mengunggah empat klip video dan turut berbagi video-video itu di facebook teman saya", kata Ng.
"Jujurnya, saya tak yakin apakah wanita di dalam foto adalah wanita yang sama saya lihat di dalam video chat. Mukanya di kaburkan dan dia hanya menunjukkan badannya"
"Saya jarang membaca berita tapi saya pernah dengar tentang insiden seperti ini", jelas Ng yang turut menyatakan pacar dan keluarganya sudah mengetahui tentang hal tersebut.
Ng berkata dia telah membuat laporan kepada polis dan juga SKMM berkaitan insiden itu.
sumber : http://medan.tribunnews.com/2015/11/13/mengerikan-modus-pemerasan-sekarang-pakai-ancam-disebari-di-facebook
